SAMBAS, SERGAP DIRGANTARA7 | Selasa, 3 November 2026 — Aktivitas perlintasan Indonesia–Malaysia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami penumpukan pelintas pada Selasa (3/11/2026) siang. Portal akses disebut masih tertutup setelah ketegangan yang terjadi sehari sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah pelintas berkumpul di kawasan PLBN Aruk. Penyebab penutupan portal, durasi pembatasan akses, dan jumlah warga terdampak belum memperoleh konfirmasi resmi.
Ketegangan sebelumnya terjadi pada Senin (2/11/2026), ketika puluhan warga mendatangi Wisma Indonesia di kawasan PLBN Aruk. Kedatangan tersebut diduga berkaitan dengan keberatan warga terhadap perlakuan petugas Bea Cukai saat pemeriksaan. Unsur aparat keamanan turut berada di lokasi untuk memantau situasi.
Peristiwa itu menjadi perhatian setelah beredar unggahan media sosial yang menyebut lima petugas Bea Cukai dibawa menuju Bengkayang. Kronologi, keberadaan, dan kondisi para petugas masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian operasional perbatasan, keselamatan petugas, serta keberlangsungan pelayanan bagi masyarakat yang hendak melintas antara Indonesia dan Malaysia.
Pengelola PLBN, Bea Cukai, Imigrasi, dan otoritas terkait perlu memberikan klarifikasi terkoordinasi mengenai kondisi perlintasan, penanganan insiden, serta langkah pemulihan pelayanan.
Hingga berita ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi yang memastikan penyebab gangguan akses maupun keterkaitannya dengan ketegangan sebelumnya.




