-->

IKLAN

Iklan Atas

 


Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Oknum Pemimpin Korupsi di Indonesia Agar Worning

Jumat, 6/05/2026 WIB Last Updated 2026-06-05T05:19:16Z

 


SERGAP 7// Ringkasan Pernyataan Profesor Sutan Nasomal, pakar hukum internasional, menyampaikan pandangannya terkait pemberantasan korupsi di Indonesia dan menyarankan agar Indonesia mempelajari serta menerapkan aspek penanganan korupsi yang diterapkan di Tiongkok, termasuk sanksi berat seperti hukuman mati sebagai efek jera./ 5 /6 / 2026

 

Poin Utama yang Disampaikan: 1. Usulan Adopsi Sistem Tiongkok

- Menurutnya, peribahasa "tuntutlah ilmu hingga ke negeri Tiongkok" relevan untuk diterapkan dalam hal pemberantasan korupsi. Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan sanksi hukuman mati bagi koruptor dengan klasifikasi nilai kerugian tertentu, agar menjadi peringatan yang kuat.


- Ia mencontohkan bahwa di Tiongkok, penegak hukum memiliki wewenang untuk memeriksa rekening keuangan secara terbuka, pengawasan dilakukan secara ketat di lapangan, dan aparat penegak hukum bekerja secara independen tanpa terintimidasi oleh pejabat lain.


2. Kelemahan di Indonesia

- Ditekankan bahwa masalah utama di Indonesia adalah lemahnya pengawasan dan sering terjadinya intervensi dari oknum pejabat atau kepentingan politik terhadap aparat penegak hukum.


- Hal ini menciptakan celah bagi praktik korupsi yang melibatkan jaringan dari tingkat atas hingga bawah, di mana pejabat yang tidak sejalan justru dapat digeser dari jabatannya.


- Ia juga menyoroti bahwa rekening keuangan yang mencurigakan seringkali tidak dapat dibongkar karena adanya lapisan perlindungan dari pihak-pihak yang berkepentingan.


3. Tujuan Usulan

- Profesor Sutan berpendapat bahwa dengan meniru ketegasan dan sistem pengawasan Tiongkok, korupsi dapat diberantas hingga ke akarnya, sehingga tidak ada lagi ruang aman bagi pelaku korupsi.

 

Catatan Penting sebagai Konteks:

Usulan ini merupakan satu pandangan di tengah perdebatan yang luas terkait penanganan korupsi di Indonesia. Perlu diketahui bahwa topik ini memiliki berbagai perspektif:

 

- Pendukung pendekatan tegas berpendapat bahwa sanksi yang berat diperlukan untuk menimbulkan efek jera yang nyata mengingat kerugian yang ditimbulkan korupsi bagi negara

.

- Pihak yang berpendapat lain sering mempertimbangkan aspek hak asasi manusia, efektivitas jangka panjang hukuman mati dalam menurunkan angka korupsi, serta perbedaan sistem hukum, politik, dan sosial antara Indonesia dan Tiongkok. Selain itu, banyak ahli juga menekankan bahwa penguatan transparansi, akuntabilitas, dan independensi lembaga pengawasan merupakan fondasi penting yang tidak kalah krusial.

 

Apakah Anda ingin saya menyajikan juga pandangan-pandangan lain yang sering muncul dalam diskusi serupa agar lebih lengkap?


Red/ Prof

Komentar

Tampilkan

  • Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Oknum Pemimpin Korupsi di Indonesia Agar Worning
  • 0

Terkini

ads bottom PASANG IKLAN ?