Paguyuban Masyarakat Jawa bergerak pada Sabtu. Sehari kemudian, IDI Cabang Sambas menyalurkan sekitar 5.650 masker di empat titik.
SERGAP DIRGANTARA7 | SAMBAS, KALIMANTAN BARAT — Dua aksi sosial pembagian masker digelar selama dua hari berturut-turut di Kabupaten Sambas sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan pertama dilaksanakan Polsek Jawai bersama Paguyuban Masyarakat Jawa Kabupaten Sambas di kawasan Pasar Sentebang, Kecamatan Jawai, Sabtu, 29 Agustus 2026. Masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kabut asap.
Aksi tersebut membawa semangat guyub rukun: kebersamaan tidak hanya diwujudkan dengan berkumpul, tetapi juga dengan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Sehari kemudian, Minggu, 30 Agustus 2026, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sambas melaksanakan bakti sosial dengan membagikan sekitar 5.650 masker di empat titik Kabupaten Sambas.
Kegiatan dipimpin Ketua IDI Cabang Sambas dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini telah selesai dan berjalan lancar. Sekitar 5.650 masker dibagikan di empat titik,” kata Ganjar dalam keterangan yang diterima redaksi.
Empat lokasi tersebut meliputi Simpang Sekura, Simpang Empat Sentebang, Simpang JSSB Makrampai, serta simpang lampu merah Gabsis Sambas.
Sebelum bergerak ke lokasi pembagian, anggota IDI Cabang Sambas berkumpul di Masjid Raya Babul Jannah Sambas dan Masjid At-Taqwa Pemangkat. Kedua tempat tersebut merupakan titik konsolidasi anggota, sedangkan pembagian masker menjangkau empat lokasi pelayanan masyarakat.
Ganjar mengapresiasi seluruh pihak yang mendonasikan masker dan dana, serta meluangkan waktu untuk membantu kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh rekan yang telah mendonasikan masker, dana, maupun waktu. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya kita dapat melaksanakan kegiatan sosial pembagian air bersih apabila kemarau panjang berlanjut,” ujarnya.
Gerakan sosial tersebut berlangsung ketika Kabupaten Sambas menghadapi karhutla yang cukup luas. Berdasarkan data BPBD Kalimantan Barat, sekitar 2.318 hektare lahan terbakar di Sambas sepanjang Januari–Agustus 2026. Secara keseluruhan, luas karhutla di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare.
Aksi Paguyuban Masyarakat Jawa dan IDI Cabang Sambas membantu memenuhi kebutuhan langsung warga saat udara memburuk. Namun, pembagian masker tetap perlu disertai pencegahan kebakaran, pemadaman cepat, pelayanan kesehatan, keterbukaan informasi kualitas udara, serta penyediaan air bersih apabila kemarau terus berlangsung.





