Salat Id dan Pemotongan Kurban Jadi Momen Penuh Makna, Tanpa Sekat Antara Petugas dan Warga Binaan
SERGAP7. COM// KOTAAGUNG – SERGAP7.COM – Suasana haru, damai, dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, pada Rabu (27/05/2026). Di momen suci Hari Raya Idul Adha, tempat yang sehari-hari dikenal penuh disiplin dan keterbatasan itu, berubah menjadi ruang ibadah yang sakral dan penuh persaudaraan. Keluarga besar Lapas Kotaagung, yang terdiri dari para pegawai dan seluruh warga binaan, bersatu dalam barisan yang sama untuk melaksanakan Salat Idul Adha dan melaksanakan tradisi pemotongan hewan kurban bersama.
Kehadiran momen istimewa setahun sekali ini bukan sekadar pelaksanaan ritual ibadah, melainkan bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan, keimanan, dan kebersamaan tetap tumbuh subur meski di balik tembok pembatas. Semangat berbagi dan pengorbanan yang menjadi inti ajaran Idul Adha, terasa begitu kental dan hidup di setiap rangkaian acara yang digelar.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan Salat Idul Adha yang berlangsung sangat khidmat dan penuh kekhusyukan. Tampak ribuan jamaah berdiri bersaf-saf, menyatu dalam satu tujuan menghamba kepada Sang Pencipta. Di momen inilah, sekat-sekat perbedaan seolah runtuh; tidak ada lagi jarak antara petugas dan warga binaan, semuanya sama derajatnya di hadapan Allah SWT. Suasana yang tercipta begitu menyentuh hati, menghadirkan harapan baru dan ketenangan jiwa bagi seluruh yang hadir.
Usai rangkaian ibadah salat dan doa selesai, kegiatan dilanjutkan ke momen yang paling ditunggu, yaitu pemotongan hewan kurban. Prosesi ini berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan nilai-nilai syariat agama. Lebih dari sekadar seremonial, kegiatan ini menjadi ajang nyata gotong royong. Terlihat jelas sinergi yang indah antara petugas dan warga binaan bekerja sama, mulai dari persiapan, pemotongan, hingga proses pengolahan dan pembagian daging kurban.
Semangat saling bantu dan kepedulian itu menjadi cermin bahwa pembinaan karakter yang diterapkan Lapas Kotaagung benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan. Hewan kurban yang disembelih bukan hanya bentuk ibadah, melainkan wujud nyata kepedulian untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada sesama, sesuai dengan makna Idul Adha yang sesungguhnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung, Ruh Harijadi, S.H., menyampaikan bahwa momen Idul Adha memiliki makna yang sangat dalam dan strategis dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, perayaan ini menjadi momentum emas untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur tentang rasa syukur, pengorbanan, dan kepedulian sosial kepada seluruh keluarga besar Lapas Kotaagung.
"Idul Adha mengajarkan kita semua tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketulusan berbagi kepada sesama manusia. Melalui kegiatan salat bersama dan pemotongan kurban ini, kami berharap semangat kebersamaan terus tumbuh dan mengakar kuat di hati setiap orang. Hal ini bukan hanya ibadah yang dilaksanakan setahun sekali, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi langkah kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian maupun proses pembinaan warga binaan agar lebih baik lagi ke depannya," ujar Ruh Harijadi dengan penuh harap.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa suasana damai yang tercipta di hari raya ini adalah bukti bahwa di balik keterbatasan, harapan dan kebaikan tetap bisa tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, di mana pun mereka berada.
Daging kurban yang telah dipotong dan dibagi-bagikan pun disalurkan dengan penuh keikhlasan, menjadi berkah yang melengkapi kemeriahan Idul Adha tahun ini di Lapas Kotaagung, meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru bagi seluruh warga binaan untuk kembali membangun masa depan yang lebih baik.
Redaksi






