SERGAP7// TANGGAMUS – Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Saleh Asnawi, birokrasi Tanggamus kini semakin terasa segar dan berarah jelas. Salah satu penempatan paling tepat dan disambut harapan luas adalah pengangkatan Viktor Libradi HS, MH sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terhitung sejak 6 Maret 2026.
Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 800.1.3.3/644/45/2026, sosok berlatar belakang hukum ini dipilih bukan karena kedekatan semata, melainkan murni karena rekam jejak yang bersih, kompeten, dan berintegritas tinggi. Sepanjang sejarah pengabdiannya, nama Viktor tak pernah tercoreng oleh kasus hukum, dugaan pelanggaran, atau catatan negatif. Ia dikenal sebagai pejabat yang bekerja ketat sesuai aturan, transparan, dan menjunjung tinggi disiplin.
“Jabatan ini adalah amanah besar. Kepercayaan yang diberikan harus saya balas dengan kerja nyata, pengabdian tulus, dan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Saya ingin pendidikan Tanggamus tidak hanya mencetak anak-anak cerdas secara otak, tapi juga berkarakter kuat dan mencintai budayanya sendiri,” tegas Viktor saat dilantik.
Dan benar saja, tak butuh waktu lama, sosok yang dikenal tegas namun rendah hati ini langsung menggerakkan roda kerja dengan tiga strategi besar yang langsung menyasar masalah utama pendidikan di daerah ini.
Strategi 1: Gerakan “Jemput Bola”, Tak Mau Hanya Menunggu
Menyadari keterbatasan anggaran daerah yang seringkali menjadi penghambat, Viktor langsung mengubah pola kerja lama yang pasif. Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk bergerak aktif, membuka jalan, dan bersinergi habis-habisan dengan kementerian terkait di Jakarta.
Bagi Viktor, peluang bantuan sarana prasarana, program unggulan, hingga dana insentif dari pusat itu ada dan terbuka. Tugas dinaslah yang harus menjemputnya, bukan diam menunggu turun. Langkah ini dinilai sangat cerdas dan strategis, karena dengan dukungan pusat, pembangunan sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan bisa melesat lebih cepat, tanpa menunggu anggaran kabupaten yang terbatas.
Strategi 2: Perang Total Lawan Pungli, Pendidikan Harus Bersih
Ini mungkin langkah paling berani dan ditunggu-tunggu masyarakat. Viktor Libradi menancapkan tiang pembatas yang sangat tegas: Tidak ada ruang sedikit pun untuk pungutan liar, biaya di luar aturan, atau praktik yang memberatkan orang tua siswa.
Ia menegaskan prinsipnya di depan para kepala sekolah dan pengawas: “Pendidikan di Tanggamus harus murah, mudah diakses, dan bersih. Siapa pun yang berani memungut biaya tidak resmi, saya pastikan akan bertindak tegas sesuai hukum yang saya pegang.” Pengawasan diperketat dari kantor dinas sampai ke gerbang sekolah, demi mengembalikan kepercayaan publik bahwa uang pendidikan adalah uang masa depan anak bangsa.
Strategi 3: Sekolah Layak & Guru Berkualitas Jadi Prioritas Utama
Viktor bukan tipe pemimpin yang nyaman duduk di balik meja. Ia sering turun langsung ke pelosok desa, bahkan ke daerah yang sulit dijangkau. Saat mendapati kenyataan pahit seperti kondisi bangunan SDN 1 Tanjung Raja yang memprihatinkan, ia tak sekadar berjanji manis.
Hari itu juga tindakan dilakukan: peralatan belajar dikirim, proses hibah tanah diurus agar pembangunan bisa sah berjalan, dan perbaikan gedung langsung masuk daftar prioritas. Baginya, anak-anak Tanggamus berhak belajar di tempat yang aman, nyaman, dan layak.
Tak hanya gedung, mutu pengajaran pun jadi fokus utama. Program pelatihan, peningkatan kompetensi, dan pembinaan guru digencarkan. Karena Viktor sadar, sebaik apa pun gedungnya, kualitas pendidikan tetap bergantung pada kualitas gurunya di depan kelas.
Visi Besar: Cerdas, Berkarakter, Berbudaya
Bagi Viktor Libradi HS, MH, pendidikan bukan sekadar soal nilai di atas kertas. Ada misi mulia yang dibawanya: memastikan setiap lulusan Tanggamus tumbuh menjadi manusia cerdas yang punya jati diri, beretika luhur, dan bangga dengan warisan budaya leluhurnya.
Ia sadar, beban ini tak bisa dipikul sendirian. Maka, jembatan kerja sama dibuka lebar-lebar untuk guru, orang tua, tokoh masyarakat, hingga insan pers.
Kini, di tangan pemimpin yang tegas, bersih, dan berorientasi hasil, masyarakat Tanggamus punya alasan kuat untuk optimis. Viktor Libradi telah membuktikan: perubahan besar dimulai dari niat tulus, integritas baja, dan kerja nyata yang tak kenal lelah demi kemajuan pendidikan daerah tercinta.
Redaksi






