SAMBAS, KALBAR Senin 1 Juni 2026 — Generasi muda Kabupaten Sambas kembali menunjukkan peran penting dalam menjaga warisan budaya daerah melalui Pagelaran Seni dan Budaya Pemangkat Tahun 2026. Kegiatan bertema “Harmoni Tidayu: Melestarikan Keberagaman melalui Kreativitas Pelajar” itu digelar pada 30–31 Mei 2026 di Jalan Moh. Hambal, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.
Pagelaran ini menjadi ruang kreativitas bagi pelajar dan pegiat seni di wilayah Dapil 4 Kabupaten Sambas. Melalui konsep budaya Tidayu, yakni perpaduan identitas Tionghoa, Dayak, dan Melayu, para peserta menampilkan kekayaan budaya lokal dalam bentuk fashion show dan tari kreasi.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Anggota DPRD Kabupaten Sambas Fraksi Partai Demokrat, Muzahar Fahri, S.H., serta mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, sekolah, sanggar seni, dan masyarakat setempat.
Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga diarahkan sebagai wadah pembinaan karakter pelajar. Para peserta tidak hanya dituntut tampil menarik, tetapi juga mampu memahami nilai budaya, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap toleransi sejak dini.
Antusiasme peserta cukup tinggi. Dari target awal 25 peserta, kegiatan ini diikuti 29 peserta dari berbagai sekolah dan sanggar seni. Untuk kategori Tari Kreasi, lomba diikuti oleh 6 grup yang menampilkan koreografi dengan sentuhan budaya lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Dra. Utami Sri Andayani, menyampaikan bahwa kebudayaan lokal merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kebudayaan lokal adalah identitas bangsa yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar bangga dengan akar budaya mereka sendiri. Kami juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada Oktober mendatang,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan nyanyian, tari persembahan, serta sesi menari bersama yang melibatkan peserta dan penonton. Suasana berlangsung meriah, menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai tradisinya.
Pada akhir kegiatan, dewan juri mengumumkan pemenang lomba Tari Kreasi. Ujong Tombak berhasil meraih Juara 1, disusul Seni Alamanda sebagai Juara 2, dan Dara Senja sebagai Juara 3.
Sementara itu, Dara TDT meraih Juara Harapan 1, Golden Step Juara Harapan 2, Sisir Sirih Juara Harapan 3, dan Dara Senja juga memperoleh penghargaan Tarian Challenge.
Melalui Pagelaran Seni dan Budaya Pemangkat 2026, pelestarian budaya di Kabupaten Sambas diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda dapat mengambil peran nyata dalam merawat identitas daerah, memperkuat toleransi, dan menjadikan kebudayaan sebagai modal sosial bagi masa depan Sambas.




