SAMBAS, Selasa, 21 Juli 2026 SergapDirgantara7 – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (21/7). Kegiatan yang mengusung tema "Lindungi Anak, Cegah Penyakit dengan Imunisasi Anak" tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat perlindungan kesehatan peserta didik melalui peningkatan cakupan imunisasi di lingkungan sekolah.
Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, unsur pendidikan, serta pemangku kepentingan terkait sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan program imunisasi anak di Kabupaten Sambas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang wajib dilaksanakan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari dunia pendidikan, pemerintah daerah, orang tua, serta masyarakat agar setiap anak memperoleh hak atas perlindungan kesehatan secara optimal.
"Kebijakan ini merupakan sinergi empat kementerian, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Kolaborasi tersebut menjadi landasan dalam memperkuat upaya kesehatan peserta didik, termasuk pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah," jelas dr. Ganjar.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sambas menegaskan komitmennya untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), serta memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh layanan imunisasi yang aman, merata, dan berkualitas.
Program BIAS diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun generasi Sambas yang sehat, tangguh, dan produktif. Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, pelaksanaan imunisasi tidak hanya menjadi agenda pelayanan kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Sambas Berkah Berkemajuan.




