SAMBAS, Kalimantan Barat Sabtu, 4 juli 2026 SergapDirgantara7 — Puskesmas Pimpinan, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, memperkuat langkah pengamanan setelah muncul pemberitaan terkait dugaan aktivitas tidak pantas sepasang muda-mudi di area fasilitas kesehatan tersebut .Peristiwa itu disebut terjadi bersamaan dengan hiburan rakyat berupa musik band pada malam hari di sekitar Desa Pipit Teja.
Dalam klarifikasi tertanggal 4 Juli 2026, pihak Puskesmas Pimpinan menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan rawat jalan tersebut berada di jalur utama jalan provinsi dan berdekatan dengan jalan alternatif di sisi bangunan. Kondisi itu membuat area puskesmas mudah diakses, termasuk di luar jam pelayanan.
Saat ini, Puskesmas Pimpinan belum memiliki pagar keliling dan belum didukung petugas keamanan malam. Keterbatasan tersebut dinilai meningkatkan risiko gangguan keamanan dan ketertiban, terutama ketika berlangsung kegiatan masyarakat pada malam hari di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti persoalan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., meminta Kepala Puskesmas Pimpinan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat lingkungan, penyelenggara hiburan, dan pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa serta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap aman dan tertib.
Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum, khususnya puskesmas, dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau penyalahgunaan area pelayanan publik.
Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Pimpinan menjadwalkan rapat koordinasi pada Senin, 6 Juli 2026, dengan melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, Linmas, BPD, tokoh masyarakat, serta pihak pemegang izin penyelenggaraan hiburan band. Pertemuan tersebut akan membahas penguatan pengamanan, penataan parkir, dan pengawasan lingkungan puskesmas saat kegiatan masyarakat berlangsung.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas telah menyiapkan proposal pembangunan pagar keliling Puskesmas Pimpinan. Pagar tersebut dinilai penting untuk memperjelas batas area pelayanan kesehatan dan meningkatkan keamanan fasilitas publik, terutama pada malam hari.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Puskesmas harus tetap menjadi tempat pelayanan kesehatan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fasilitas kesehatan publik memerlukan dukungan keamanan yang memadai. Respons cepat Dinas Kesehatan, Puskesmas Pimpinan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga fungsi puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan tertib bagi masyarakat.




