-->

IKLAN

Iklan Atas

 


Satono Kawal Kesiapan PLB Temajuk, Gerbang Strategis RI–Malaysia di Perbatasan Sambas

Minggu, 8/16/2026 WIB Last Updated 2026-08-16T05:01:27Z

Perlintasan Temajuk–Telok Melano diproyeksikan memperkuat konektivitas, pelayanan negara, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di kawasan terdepan Kalimantan Barat.


SERGAP DIRGANTARA7 | SAMBAS — Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. bersama jajaran Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas meninjau kesiapan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kecamatan Paloh, menjelang rencana pengaktifan perlintasan Indonesia–Malaysia melalui jalur Temajuk–Telok Melano, Sarawak.


Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta unsur pendukung sebelum fasilitas lintas batas tersebut dioperasikan.


Bagi Kabupaten Sambas, PLB Temajuk memiliki arti lebih besar daripada sekadar pintu keluar-masuk antarnegara. Keberadaannya menyangkut kehadiran negara, pelayanan masyarakat perbatasan, konektivitas wilayah, sekaligus peluang ekonomi baru bagi Kecamatan Paloh dan kawasan sekitarnya.


Satono menaruh perhatian besar terhadap pembangunan kawasan perbatasan. Ia menilai warga yang hidup di garis terdepan Indonesia harus memperoleh akses pelayanan, infrastruktur, dan kesempatan ekonomi yang semakin baik.


“PLB Temajuk diharapkan menjadi pintu gerbang baru yang mampu meningkatkan konektivitas kawasan perbatasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Satono saat meninjau lokasi.


Temajuk memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, sekaligus dikenal memiliki potensi wisata pesisir. Pengoperasian jalur Temajuk–Telok Melano karena itu berpotensi memperkuat mobilitas masyarakat, perdagangan, UMKM, dan pariwisata apabila ditopang pelayanan lintas batas yang tertib, aman, dan berkelanjutan.


Pembukaan perlintasan tersebut juga memiliki dimensi strategis nasional. Operasional lintas negara memerlukan kesiapan kepabeanan, keimigrasian, karantina, keamanan, serta kesepakatan resiprokal antara Indonesia dan Malaysia.


Karena itu, PLB Temajuk tidak dapat dipandang hanya sebagai infrastruktur daerah. Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perbatasan sekaligus penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kedua sisi batas negara.


Satono menegaskan kawasan perbatasan harus ditempatkan sebagai beranda depan Indonesia.


“Kawasan perbatasan harus menjadi beranda depan negara yang aman, produktif, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.


Bagi masyarakat Temajuk dan Paloh, pengoperasian PLB membawa harapan terhadap akses yang lebih terbuka, mobilitas yang lebih tertib, serta tumbuhnya peluang usaha dan kunjungan wisata.


Namun keberhasilan PLB Temajuk tidak cukup diukur dari seremoni peresmian atau berdirinya fasilitas fisik. Tolok ukur sesungguhnya adalah ketika kehadiran negara di perbatasan mampu mempermudah pelayanan, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.


Di situlah komitmen Satono terhadap Temajuk memperoleh makna yang lebih dalam: perbatasan bukan sekadar garis yang harus dijaga, melainkan ruang kehidupan yang harus dibangun. Warga yang berada paling depan menjaga negara tidak boleh menjadi yang paling belakang menikmati pembangunan.


Sergap Dirgantara7

Komentar

Tampilkan

  • Satono Kawal Kesiapan PLB Temajuk, Gerbang Strategis RI–Malaysia di Perbatasan Sambas
  • 0

Terkini

ads bottom PASANG IKLAN ?