SAMBAS, KALIMANTAN BARAT, Rabu 2 September2026 SERGAPDIRGANTARA7 — Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Tebas Komplek Kebun Jeruk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, memasuki tahap penyelesaian. Berdasarkan laporan pihak pelaksana, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 95 persen hingga akhir Agustus 2026.
Proyek Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I tersebut merupakan investasi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air dan mendorong kemajuan sektor pertanian.
Berdasarkan data BWS Kalimantan I, pekerjaan tersebut mencakup kawasan seluas 1.295 hektare. Cakupan itu menunjukkan posisi penting Irigasi Rawa Tebas dalam meningkatkan keandalan tata air dan pelayanan pertanian bagi masyarakat Kecamatan Tebas.
Secara teknis, jaringan irigasi rawa berfungsi mengatur pemasukan, distribusi, dan pembuangan kelebihan air sesuai kebutuhan lahan. Sistem tata air yang berfungsi optimal dapat membantu menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko genangan, meningkatkan kepastian waktu tanam, serta mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif.
Dengan progres yang dilaporkan mencapai 95 persen, pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian akhir, penyempurnaan, dan pemeriksaan fungsi sebelum serah terima. Tahapan tersebut penting untuk memastikan seluruh bagian jaringan bekerja secara terpadu dan memberikan pelayanan tata air yang andal.
Setelah beroperasi optimal, Irigasi Rawa Tebas diharapkan membantu petani menghadapi perubahan pola musim, menjaga kesinambungan kegiatan pertanian, serta mendukung stabilitas produksi dan ketahanan pangan. Kehadiran jaringan irigasi yang memadai juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan penguatan ekonomi masyarakat tani.
Pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Manfaatnya tidak berhenti pada bangunan fisik, tetapi diarahkan menjadi layanan publik yang mendukung pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan program pada akhirnya ditentukan oleh mutu, fungsi, dan daya tahan infrastruktur. Karena itu, penyelesaian pekerjaan perlu dilanjutkan dengan pengoperasian yang tepat, pemeliharaan berkala, pengelolaan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat pengguna.
Sinergi antara pemerintah, pengelola, dan petani diharapkan memastikan pembangunan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, Irigasi Rawa Tebas dapat menunjang aktivitas pertanian, memperkuat perekonomian petani, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Capaian 95 persen menandai semakin dekatnya masyarakat pada manfaat pembangunan. Apabila diselesaikan sesuai spesifikasi dan dikelola secara optimal, Irigasi Rawa Tebas dapat menjadi wujud nyata pembangunan pemerintah yang produktif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas.
Pembangunan Irigasi Rawa Tebas menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan Kabupaten Sambas. Semoga dukungan tersebut terus berlanjut melalui program yang merata, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.





