SERGAP 7// Morosi, 16 Juni 2026 – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang menyengsarakan warga terjadi di Desa Tondowatu, Kecamatan Morosi. Selain sulit didapat, harga jual di tingkat agen juga diduga melanggar ketetapan resmi pemerintah bidang migas. Warga menduga kuat pasokan yang ada justru dialihkan dan dijual ke luar wilayah.
Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi, permasalahan ini nyata adanya. Warga sangat keberatan karena pasokan yang masuk tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, sementara diduga banyak tabung dibawa lari ke tempat lain sebelum warga bisa mendapatkannya.
Pasokan Terbatas, Diduga Dialihkan
Saat ditemui, pihak agen mengakui hanya menerima pasokan 100 tabung per minggu. Padahal dalam satu bulan jadwal pengiriman dilakukan sebanyak 4 kali. Secara hitungan seharusnya total pasokan mencapai 400 tabung per bulan untuk wilayah desa ini.
Namun fakta di lapangan sangat berbeda. Setiap kali truk pengantar tiba, stok seketika habis dalam waktu sangat singkat. Warga yang datang antre mendapati stok sudah kosong. Hal ini memicu kecurigaan kuat: sebagian besar tabung gas tersebut ditimbun terlebih dahulu, lalu dijual ke wilayah lain dengan harga lebih tinggi.
Warga menegaskan, jika seluruh kuota memang disalurkan untuk warga Desa Tondowatu, tidak akan terjadi kelangkaan separah ini. Pola penyaluran yang tidak transparan ini dinilai sangat merugikan masyarakat dan melanggar aturan penyaluran barang bersubsidi.
Harga Tidak Sesuai Keputusan Pemerintah
Selain masalah ketersediaan, harga jual di tempat agen juga dinilai tidak wajar dan menyimpang dari ketetapan resmi pemerintah. Warga harus membayar lebih mahal dibandingkan harga yang seharusnya berlaku, seolah-olah kebijakan harga eceran tertinggi tidak berlaku di wilayah ini.
Masyarakat menuntut agar instansi terkait, mulai dari Dinas Perdagangan hingga pengawas migas, segera turun tangan. Diperlukan pengecekan menyeluruh terhadap jumlah kuota yang diterima agen serta ke mana saja penyalurannya. Warga juga menegaskan agar penyaluran diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga setempat terlebih dahulu sebelum dijual ke luar daerah.
Masyarakat berharap kelangkaan dan kecurangan ini segera dituntaskan agar gas bersubsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak dengan harga yang wajar.
Versi Singkat untuk Media Sosial:
GAS 3 KG LANGKA & HARGA NAIK DI DESA TONDOWATU
Kec. Morosi – Warga kesal:
Kuota seharusnya 400 tabung/bulan
Agen akui terima 100 tabung/minggu
Tiba-tiba habis seketika, warga kehabisan
Harga jual melanggar aturan pemerintah
DIDUGA: Banyak tabung ditimbun & dijual ke luar daerah demi untung lebih besar.
Warga menuntut pengawasan ketat: Jangan biarkan gas rakyat dialihkan!
#GasElpiji #Langka #DesaTondowatu #Morosi #PengawasanMigas
Apakah naskah ini sudah jelas dan sesuai dengan apa yang ingin disampaikan?
Tim / Taslim






