ads Top menu

Diplomasi Pertanian Lintas Batas: Sambas–Sarawak Bangun Kerja Sama Strategis Perbatasan

 Sergap Dirgantara7
Februari 16, 2026
Last Updated 2026-02-16T10:33:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


 


SAMBAS, Indonesia – Senin, 16 Februari Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengambil langkah diplomasi ekonomi yang signifikan dengan memperkuat kerja sama lintas batas bersama Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Inisiatif ini menandai penguatan peran kawasan perbatasan sebagai ruang kolaborasi produktif, bukan sekadar garis pemisah geografis.


Bupati Sambas, Satono, melakukan kunjungan kerja dan audiensi resmi dengan Menteri Industri Makanan, Komoditi dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Dato Sri Dr. Stephen Rundi, dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada peluang kerja sama strategis di sektor pertanian, termasuk penguatan komoditas unggulan dan pengembangan rantai nilai lintas negara.


Perbatasan sebagai Poros Pertumbuhan


Secara geografis, Sambas berada di koridor strategis Indonesia–Malaysia. Namun, dalam kerangka kebijakan pembangunan terkini, posisi ini diproyeksikan sebagai poros pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peningkatan produktivitas pertanian melalui pertukaran teknologi, penguatan standar mutu, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk agrikultur. Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma pembangunan perbatasan dari model administratif menjadi model kolaboratif dan berbasis nilai tambah.


Bupati Satono menegaskan bahwa kerja sama lintas batas harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan petani, stabilitas pasokan pangan, dan daya saing regional. Ia menekankan pentingnya integrasi antara produksi primer dan hilirisasi agar komoditas lokal memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar internasional.


Sinergi Regional dan Ketahanan Pangan


Sarawak merupakan salah satu pusat produksi komoditas pangan dan perkebunan di Malaysia Timur. Kolaborasi dengan Sambas berpotensi menciptakan ekosistem agribisnis yang saling melengkapi, terutama dalam konteks ketahanan pangan kawasan dan penguatan rantai pasok regional.



Pertemuan ini juga membahas peluang investasi di sektor agroindustri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta harmonisasi standar kualitas produk guna mendukung perdagangan lintas batas yang lebih efisien.


Penguatan kerja sama ini sejalan dengan tren regional di Asia Tenggara yang menempatkan pertanian modern dan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis, khususnya dalam menghadapi dinamika perubahan iklim dan volatilitas pasar global.


Diplomasi Subnasional yang Progresif


Langkah Pemerintah Kabupaten Sambas menunjukkan praktik diplomasi subnasional yang semakin relevan dalam tata kelola global kontemporer. Kolaborasi langsung antarwilayah lintas negara menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan inklusif di kawasan perbatasan.


Melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis kepentingan ekonomi riil, kerja sama Sambas–Sarawak diharapkan mampu memperkuat posisi kawasan sebagai sentra pertanian yang kompetitif, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam jaringan perdagangan regional.


Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, diplomasi ekonomi berbasis daerah seperti ini menjadi indikator meningkatnya peran pemerintah daerah dalam arsitektur pembangunan lintas batas.


-SERGAP Dirgantara7

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

ads bottom PASANG IKLAN ?

PASANG IKLAN ? Advertisement,Hubungi Kami !!
KLIK DI SINI