SERGAP 7// Jakarta, 15 Juni 2026 – “Aku, kamu, kita semua pasti bangga memiliki pemimpin bangsa seperti Yang Terhormat Bapak Haji Prabowo Subianto.” Kalimat itu disampaikan dengan keyakinan penuh oleh Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, menanggapi kebijakan Ekspor Satu Pintu yang kini dijalankan tegas oleh pemerintah.
Kebijakan yang dianggap sebagai gebrakan bersejarah ini dinilai bukan sekadar perubahan aturan, melainkan langkah nyata untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Siapa yang paling ketakutan dengan kebijakan Ekspor Satu Pintu? Bukan rakyat. Bukan petani. Tapi para ‘raja kecil’ yang selama ini hidup nyaman dari kebocoran kekayaan Indonesia,” tegas Prof. Sutan saat dihubungi secara eksklusif dari kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta Timur.
Sistem Lama Sarang Penyimpangan
Menurutnya, jalur ekspor-impor yang selama ini berbelit-belit telah menjadi sarang kepentingan segelintir oknum. Data menunjukkan praktik ekspor ilegal dan pencatatan nilai di bawah harga sebenarnya marak terjadi, terutama pada komoditas nikel, kelapa sawit, dan hasil laut. Akibatnya, kerugian negara mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, sementara kekayaan alam melimpah keluar tanpa pengawasan yang memadai.
“Para penasihat ekonomi Presiden Prabowo kini telah memasang jurus pamungkas. Semua jalur dipersempit dan disatukan menjadi SATU PINTU. Ini bukan wacana, ini perang total melawan ‘tikus-tikus ekonomi’ yang menggerogoti harta negara selama puluhan tahun,” ujarnya.
Usulan: Perluas ke Semua Sektor SDA
Prof. Sutan menegaskan agar sistem pengawasan yang sama segera diterapkan pada seluruh kekayaan alam Indonesia, meliputi:
✅ Energi (migas, batu bara)
✅ Hasil laut
✅ Hasil pertanian
✅ Hasil hutan
✅ Hasil getah
✅ Hasil pertambangan
✅ Minyak bumi dan turunannya
✅ Hasil perkebunan
“Selama ini kekayaan kita dicuri oleh oknum pejabat yang bersekongkol dengan pihak tertentu. Dengan satu pintu yang sehat, harga jual menjadi wajar, negara untung, dan rakyat pun sejahtera. Tidak ada lagi pintu belakang untuk berbuat curang,” jelasnya.
Seruan Audit 10 Tahun Terakhir
Pakar hukum internasional ini juga menyerukan langkah tegas: memerintahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap seluruh jalur ekspor selama 10 tahun ke belakang.
“Banyak di antara mereka yang hidup bagaikan raja dari uang negara. Kerugian ratusan triliun rupiah itu WAJIB DIKEMBALIKAN ke kas negara,” tegasnya.
Penutup: Pintu Menuju Keadilan
Sebagai penutup, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, dan Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Saya sangat yakin Presiden Prabowo sedang menutup semua pintu yang menjadi sarang keburukan, dan hanya membuka lebar pintu keadilan bagi rakyat. Ini adalah kepemimpinan yang berani, yang akan mengangkat martabat bangsa dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Sumber: Pernyataan resmi Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Tim/ Prof






