SAMBAS, KALBAR – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. didampingi Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T. melaksanakan rangkaian kegiatan lapangan pada Selasa, 13 Januari 2026. Agenda tersebut mencakup peresmian fasilitas layanan dasar, peninjauan infrastruktur penghubung, dialog serap aspirasi warga, serta pemantauan abrasi pesisir.
Dalam agenda penguatan layanan dasar, Bupati Sambas meresmikan Puskesmas Pimpinan di Kecamatan Teluk Keramat. Peresmian ini diarahkan untuk memperkuat akses layanan kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Masih pada hari yang sama, Bupati Sambas meresmikan Jembatan Ramayadi (Bailey) di Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, sebagai akses penghubung yang mendukung mobilitas warga dan akses menuju kawasan wisata Batu Lapak. Jembatan tersebut memiliki panjang 24 meter, lebar 4 meter, dan kapasitas beban 12 ton, serta dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain peresmian, Bupati Sambas meninjau progres pembangunan dan berdialog langsung dengan warga di Desa Sentebang, Kecamatan Jawai. Dialog dilakukan untuk menyerap aspirasi serta memastikan program pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam rangka peningkatan sarana pendidikan dasar, Bupati Sambas juga meresmikan revitalisasi SD Negeri 3 Sempalai. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas fasilitas belajar agar lebih layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran.
Di luar agenda peresmian, Bupati Sambas turut memantau abrasi pantai di Matang Danau. Pemantauan ini dilakukan untuk melihat kondisi lapangan dan dampaknya terhadap keselamatan warga serta infrastruktur pesisir, sekaligus sebagai dasar langkah penanganan lanjutan.
Rangkaian kegiatan lapangan tersebut menegaskan fokus Pemerintah Kabupaten Sambas pada penguatan layanan dasar, konektivitas wilayah, dan respons terhadap persoalan pesisir. Pemerintah daerah menempatkan kunjungan lapangan sebagai sarana memastikan pelayanan publik berjalan, pembangunan terpantau, dan persoalan darurat seperti abrasi mendapat perhatian langsung.
SERGAP Dirgantara7



















