ads top menu

 


Kalbar Dikepung Air: Banjir Meluas, Rob Menguat Saat BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

 Sergap Dirgantara7
Januari 10, 2026
Last Updated 2026-01-09T18:01:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates




PONTIANAK | 9 Januari 2026 // Sergap Dirgantara7— Banjir meluas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pekan ini, sementara kawasan pesisir menghadapi rob dan gelombang tinggi yang mengganggu akses dan meningkatkan risiko keselamatan, bertepatan dengan peringatan dini cuaca ekstrem BMKG untuk 9–10 Januari 2026.


BMKG menyebut dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lain, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan intensitas curah hujan pada periode tersebut, dengan potensi banjir, genangan, dan longsor. BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan.


Di Kabupaten Sanggau, wilayah perbatasan Entikong terdampak banjir setelah Sungai Sekayam meluap menyusul hujan berintensitas tinggi. Petugas penanganan darurat di lapangan melaporkan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar dua meter dan sedikitnya 15 rumah terdampak, sementara posko darurat disiagakan untuk bantuan awal.



Di Kabupaten Sekadau, BPBD setempat melaporkan pendataan dampak banjir masih berlangsung. Pada Kamis pagi, 8 Januari 2026, jembatan utama di Dusun Sarik, Desa Mongko (Nanga Mongko), Kecamatan Nanga Taman dilaporkan putus, sehingga akses warga menuju arah kecamatan tidak dapat dilalui.


Di pesisir Kabupaten Sambas, rob dan gelombang tinggi dilaporkan menghantam akses di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, termasuk kawasan Pantai Matang Putus, dengan ombak mencapai badan jalan dan menerjang bagian jembatan pantai. Dokumentasi warga dan laporan lapangan menyebut seorang pengendara motor terjatuh saat melintas ketika ombak mengempas ke jalur.


Bencana hidrometeorologi cenderung meningkat saat hujan lebat berkepanjangan. Di wilayah pesisir dan dataran rendah, pengaruh pasang dapat memperlambat aliran keluar di hilir dan muara, memperpanjang genangan dan memperbesar gangguan akses serta layanan dasar.


BMKG mengimbau masyarakat menghindari arus deras dan jembatan rusak, serta memperhatikan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di wilayah pesisir.


tim - SERGAP Dirgantara7

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

ads bottom hb.segerah