ads top menu

 


Cegah Potensi Tawuran, Polres Sambas–Polsek Pemangkat Amankan 15 Pelajar Diduga Bawa Sajam di Pemangkat

 Sergap Dirgantara7
Januari 24, 2026
Last Updated 2026-01-24T07:18:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates





SAMBAS 24 januari 2026 – Polres Sambas bersama Polsek Pemangkat mengamankan sebanyak 15 remaja yang merupakan pelajar dan diduga membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam) di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Jumat (23/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kapolres Sambas melalui Kapolsek Pemangkat, AKP Ronald Deny Napitupulu, menjelaskan pengamanan itu bermula dari laporan masyarakat yang melihat sekelompok remaja berjalan kaki sambil membawa sajam di Jalan Pembangunan, tepatnya di depan Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.


“Berdasarkan laporan masyarakat, personel segera bergerak ke lokasi dan mengamankan para remaja berikut sejumlah barang yang berpotensi membahayakan keselamatan umum,” ujar AKP Ronald.


Dari pengamanan tersebut, polisi mengamankan 2 senjata tajam jenis katana, 4 senjata tajam jenis celurit, 1 senjata tajam jenis sabit, 2 anak panah, 1 kembang api, 1 bendera hitam bertuliskan “KABUPATEN 21 STRES”, serta 1 bom molotov yang terbuat dari botol kaca.


Setelah diamankan, para pelajar dibawa ke kantor kepolisian untuk pendataan dan pemeriksaan awal. Kepolisian menegaskan penanganan dilakukan dengan pendekatan pembinaan, mengingat para remaja masih berstatus pelajar.



AKP Ronald menyampaikan, sebelum dikembalikan kepada orang tua masing-masing, seluruh pelajar yang diamankan terlebih dahulu diberikan pencerahan dan pembinaan terkait bahaya membawa senjata tajam, risiko konflik di ruang publik, serta konsekuensi hukum jika tindakan serupa terulang atau berujung tindak kekerasan.


“Kepada 15 anak pelajar yang diamankan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Mereka diberikan pencerahan, kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing,” katanya.


Pembinaan tersebut melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kepala sekolah, serta orang tua atau wali. Keterlibatan lintas unsur ini dimaksudkan agar upaya pencegahan berlangsung berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.


Kepolisian mengapresiasi partisipasi warga yang cepat melapor, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak awal. Polsek Pemangkat juga mengimbau masyarakat untuk segera menyampaikan informasi apabila melihat aktivitas mencurigakan, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari, serta meminta orang tua memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah keterlibatan dalam tindakan berisiko yang dapat merugikan masa depan mereka.

SERGAP Dirgantara7

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

ads bottom hb.segerah